JOGJABROADCAST-GUNUNGKIDUL, 13 OKTOBER 2026 – Yayasan Griya Jati Rasa (GJR) bersama Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa resmi menginisiasi kolaborasi riset strategis jangka panjang bersama Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTPP-BRIN) [finance]. Langkah ini diambil guna menjawab tantangan ganda perubahan iklim global di kawasan karst serta membuka rantai administrasi ekspor komoditas herbal lokal menuju pasar Timur Tengah.
Komitmen tersebut dikunci dalam pertemuan teknis yang berlangsung di fasilitas PRTPP-BRIN Playen, Gunungkidul, Selasa (13/10/2026). Delegasi GJR yang dipimpin oleh Farsijana Adeney-Risakotta Ph.D bersama pendiri UMKM Sri Agung, Ibu Sri Kustini, diterima langsung oleh tim pakar PRTPP-BRIN, yaitu Bapak Tri Wiyono (Pakar Farmasi), Bapak Iskandar (Pakar Biokimia), Bapak Nugroho (Pakar Pasca Panen/Pengawetan), dan Bapak Sigit (Pakar Pasca Panen/Hortikultura).
Pertemuan ini menandai langkah nyata implementasi Peraturan Daerah (Perda) No. 10 Tahun 2025 tentang Pelindungan Produk Lokal, sekaligus menindaklanjuti rekomendasi strategis Ketua DPRD Gunungkidul, Dra. Endang Sri Sumiyartini, M.A.P., untuk melibatkan BRIN sebagai pengawal saintifik standardisasi produk empon-empon dari hulu hingga ke hilir.
Dalam kesepakatan awal ini, PARA PIHAK merumuskan roadmap strategis selama 4 (empat) tahun ke depan yang berfokus pada empat ruang lingkup riset utama:
1. Karakterisasi Saintifik Tanaman: Pengujian laboratorium dan pemetaan profil fitokimia senyawa aktif komoditas Jahe Merah, Kunir Putih, dan Kunir Mangga.
2. Riset Mitigasi Iklim (Carbon Sink): Membuktikan kelayakan budidaya empon-empon di bawah naungan hutan rakyat (Smart Agroforestry) sebagai penutup tanah penyerap karbon di lahan kering.
3. Modernisasi Sarana Produksi Pedesaan: Transformasi teknologi pengolahan tradisional ke teknik olahan baru yang ramah warga desa serta pendampingan tata letak (layout) sarana produksi.
Sebagai langkah cepat, PRTPP-BRIN akan segera menggelar pelatihan higienitas produksi, pendampingan teknis tata letak fasilitas, serta asistensi pemenuhan prasyarat BPOM dan Sertifikasi Halal bagi jaringan UMKM Sri Agung dan kelompok tani mitra.
Kolaborasi ini juga menerapkan skema anggaran bersama (co-sharing budget) yang inovatif. BRIN berkontribusi melalui kepakaran tenaga ahli dan utilitas laboratorium melalui sistem kredit kerja internal. Sementara itu, Yayasan Griya Jati Rasa bertanggung jawab penuh atas pendanaan dan pengadaan komponen bahan baku komoditas herbal yang menjadi objek penelitian di lapangan. (*)
Melalui pengawalan teknologi dari PRTPP-BRIN, Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa ditargetkan siap mengambil peran penuh sebagai konsolidator dan agregator utama untuk mengekspor produk herbal berkualitas tinggi dari Gunungkidul ke Arab Saudi bagi jemaah haji dan umrah pada tahun keempat kerja sama. Sinergi ini diharapkan melahirkan kebijakan daerah (Perbup) yang memiliki landasan saintifik kuat, berkeadilan dagang (Fair Trade), serta mampu mendongkrak kesejahteraan petani rintisan (Farsijana)