JOGJABROADCAST-YOGYAKARTA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, pelaku usaha kembali memanfaatkan momentum untuk membangkitkan optimisme ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dalam pembukaan Pameran Atakrib Dug Deer Sale 2026 yang berlangsung di Atrium Jogja City Mall pada Sabtu (7/3/2026).
Direktur Utama Atakrib, Rohzy Guntoro, mengatakan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk memperkuat ibadah, tetapi juga momentum mempererat kepedulian sosial sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberlangsungan roda ekonomi sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas pasar dan mendorong daya beli masyarakat.
“Ramadan selalu identik dengan semangat kebersamaan dan berbagi. Dalam dunia usaha, semangat itu juga berarti saling menguatkan agar ekonomi masyarakat tetap bergerak. Ketika pasar hidup, maka penerimaan negara melalui pajak juga akan ikut meningkat,” ujar Rohzy.
Ia menilai pelaku usaha pada dasarnya telah menjalankan kewajiban perpajakan dengan baik. Karena itu, dunia usaha berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada penarikan pajak, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik.
Pameran Atakrib sendiri merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni menjelang Ramadan dan menjelang akhir tahun. Bagi masyarakat Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah, kegiatan ini telah menjadi salah satu ajang belanja elektronik yang cukup dinantikan.
Melalui pameran ini, Atakrib berupaya membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan elektronik dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Banyak keluarga yang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga saat Ramadan. Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan produk elektronik berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat,” jelasnya.
Dalam pameran tersebut, sejumlah merek elektronik ternama turut meramaikan acara dengan menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari televisi, mesin cuci, kulkas, hingga pendingin ruangan. Beberapa brand yang berpartisipasi antara lain LG, Samsung, Panasonic, Sharp, Toshiba, TCL, serta AQUA.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai promo menarik seperti cicilan 0 persen, potongan harga besar, hingga program flash sale yang menawarkan diskon hingga 80 persen untuk produk tertentu.
Menariknya, konsep penjualan dalam pameran ini juga memanfaatkan teknologi digital. Pengunjung dapat melakukan pembelian secara cepat melalui sistem pemindaian barcode, sehingga pengalaman berbelanja menjadi lebih praktis dan interaktif.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri elektronik juga menghadapi tantangan tersendiri. Rohzy mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga bahan baku seperti chip dan tembaga telah meningkatkan biaya produksi sekitar 5 hingga 10 persen.
Meski demikian, Atakrib berupaya menjaga harga tetap kompetitif dengan memanfaatkan stok produk lama serta memberikan berbagai program cashback bagi konsumen.
“Kami berusaha agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk dengan harga yang terjangkau. Selama stok masih tersedia, harga akan kami pertahankan,” ujarnya.
Selain menghadirkan pameran secara langsung, Atakrib juga memperkenalkan platform digital melalui situs atakrib.id, sehingga konsumen dari berbagai daerah di Indonesia dapat melakukan pembelian tanpa harus datang langsung ke lokasi pameran.
Direktur Atakrib, Sultan Alif, menambahkan bahwa program flash sale juga akan digelar secara rutin setiap akhir pekan dengan pilihan produk yang berbeda.
“Kami ingin pameran ini dapat diakses oleh semua kalangan, baik yang datang langsung maupun yang berbelanja secara online,” katanya.
Melalui langkah digitalisasi tersebut, Atakrib berharap dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan perilaku konsumen di era teknologi.
Rohzy pun berharap pemerintah terus menjaga keseimbangan ekonomi nasional melalui kebijakan yang mendukung pertumbuhan dunia usaha dan kesejahteraan masyarakat.
“Jika ekonomi masyarakat kuat, maka dunia usaha juga akan berkembang. Dampaknya bukan hanya bagi pengusaha dan pekerja, tetapi juga bagi negara melalui peningkatan penerimaan,” pungkasnya.
Dengan nuansa kebersamaan yang identik dengan Ramadan, Pameran Atakrib Dug Deer Sale 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk elektronik, tetapi juga simbol optimisme bahwa dunia usaha tetap mampu bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(dwi)