Hukum 3 menit membaca

SUASANA BERHAJI DIRASAKAN DI LP WIROGUNAN 100 SANTRI, BERTALBIYAH SAMPAI MENANGIS

SUASANA BERHAJI DIRASAKAN DI LP WIROGUNAN 100 SANTRI, BERTALBIYAH SAMPAI MENANGIS
Suasana berhaji di LP Wirogunan /ist

JOGJABROADCAST-YOGYAKARTA-Yang bisa merasakan betapa hikmat dan khusuk berhaji ternyata tidak hanya yang di tanah suci Mekkah saja, tetapi suasana dibalik jeruji terali besi LP WIROGUNAN  juga bisa. Seratus wajib binaan yang disebut oleh Kalapas LP kelas IIA marjiyanto sebagai santri mengikuti manasik haji dengan sempurna.

Mereka mengenakan kain ikhrom, tanpa alas kaki dan ada santri yang tampak badannya penuh tatto tetap semangat bertalbiyah.

Sebelum memulai prosesi, mereka berkumpul di masjid Al Fajar dengan diberikan pengantarbala khutbah di wukuf Arafah oleh ustadz Munif Taukhid, Kalapas Marjiyanto, Taufik Ridwan dan santri Nur Ahmad Afandi. Susana syahdu dan merinding ketika seluruh santri ajak membaca sholawat bersama. Air mata mulai menetes ketika memulai bertalbiyah berkali kali.

Para santri dipandu oleh H Taufik Ridwan Direktur Utama Latifa Haramain untuk mengambil "kerikil" Sejumlah 70 utk melempar jumroh ula, wusto dan aqobah. Para santri sesuai melakukan wukuf langsung melempar jumroh yang kerikilnya digantikan dengan biji jagung dengan penuh semangat, apalagi dengan sangat yakin peristiwa itu alah simbolisasi melempar syetan dan iblis yang telah membuat para santri harus mendekam dibalik jeruji. Sangking semangat mengusir syetan, bahkan ada santri yang histeris dan menangis karena syetan syetan itu telah menyengsarakannya dan menghempaskan kehidupan harmoni keluarga.

Manasik haji bagi 100 santri masjid Al. fajar LP Wirogunan dihelat sabtu pagi kemarin di halaman tengah yang sejuk dan indah.

Seusai melempar jumroh, santri diajak masuk halaman ka'bah utk towaf dilanjut sya'i. Disaat towaf, sembari do'a banyak yang merasakan trenyuh dan meneteskan air mata karena seolah benar benar di depan ka'bah. "Saya sangat berharap kelak, sekeluar dari Wirogunan, bisa ke tanah Suci baik untuk umroh atau berhaji" Kata Mery salah satu santri penghafal 13 jus. Banyak santri di LP Wirogunan hafal lebih dari 5 jus karena memang memanfaatkan waktu dalam menjalani kehidupan dengan baik, walau sedih tetap bersyukur karena justru lebih mudah dan banyak waktu mempelajari dan mempraktekkan dan mengamalkan ajaran Islam. Bahkan ada salah satu santri yang telah berhasil mengkhatamkan 217 kali.

Menurut ustadz Munif Tauhid, jangan mengira orang menjalani kehidupan di dalam penjara itu hidupnya tersiksa, disiksa atau disuruh melakukan kegiatan sia sia. "Banyak hikmah, bisa lebih khusuk ngaji dan memahami serta mengamalkan Islam sebenarnya krn hampir setiap hari ada kajian Islam" kata Ustadz Munif yang juga pernah menjalani pembinaan diri di balik jeruji besi "nah karena ngajinya disiarkan di Vertizone TV, maka keluarga yang di rumah bisa melihat aktifitas di dalam penjara dan bersyukur keluarganya ngaji, mbaca quran, dll" lanjutnya.

Kegiatan manasik haji diakhiri dengan  makan bersama dan didampingi beberapa pengurus Amphuri DIY.(*)